indonesia jaya

indonesia jaya

Rabu, 05 September 2012

Nasionalisme atau Agama ?

   Maraknya terjadi tindak terorisme di tanah air kita ini! membuat kita sering bertanya-tanya, kenapa ini terjadi di negara kita yang notabene merupakan negara yang memiliki toleransi beragama secara demokrasi di bandingkan negara-negara lain yang berpenduduk islam lainnya?. Dan tindak terorisme yang mengatasnamakan agama dengan faham "Jihad" mereka sendiri, marak dilakukan oleh warga negara bahkan pemuda bangsa kita sendiri. Ada apa dengan mereka? kenapa mereka melakukan ini terhadap negara kita bahkan sesama bangsa sendiri dengan mengatasnamakan Agama?. Jika kita terus bertanya pasti mereka menjawab dengan cara mereka sendiri. Tapi jika saya menjawab sendiri pertanyaan tersebut, saya dapat mengatakan bahwa Faham Agama mereka tidak didasari akan Nasionalisme.



Rasa Nasinalisme pemuda-pemuda di Indonesia kebanyakan mulai pudar dan terganti tergirisnya oleh zaman. Rasa Nasionalisme sendiri timbul jika negara kita diserang, dijajah, ataupun diusik, akan tetapi seiring berkembangnya zaman dengan negara kita yang sudah merdeka dan berdaulat dan tak ada lagi penjajahan rasa nasionalisme itupun mulai agak pudar. Bukan berarti tidak ada lagi rasa nasionalisme akan tetapi tergesernya rasa nasionalisme terganti akan faham garis keras Agama.

Indonesia mempunyai banyak pemuda, hampir 40% penduduk indonesia merupakan berumur kurang dari 30 tahun. Dan gejolak anak Muda para Pemuda ini merupakan gejolak berapi-api, yang sangat bersemangat tetapi gampang akan terpengaruh akan semangat yang salah. Hal seperti inilah yang di manfaatkan oleh para teroris untuk mencari kader mereka. Dapat di buktikan dengan kita meliat media sekarang ini rata-rata pelaku dari tindak terorisme merupakan anak muda.

Para pemuda merupakan karunia bangsa ini, akan tetapi mereka juga bencana buat bangsa ini jika mereka berada pada jalan yang salah. Apa yang harus kita lakukan ??.. saya pernah membaca biografi seorang Buya Hamka, dan dari situ kita dapat sesuatu inspirasi yang berharga yaitu "Nasionalisme Agama untuk membangun Negeri".

Nasionalisme agama sendiri secara harfiah yaitu sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Tapi banyak yang mengartikan bahwa nasionalisme agama ini sebagai bentuk dari negara yang berdasarkan aturan dan hukum agama. tapi negara kita berdasarkan Pancasila dengan bertoleransi Agama, jadi bagaimana membangun nasionalisme agama tersebut???, mungkin kita dapat meliatnya pada Agama islam.

Islam  mengajarkan bahwa seluruh umat Islam adalah bersaudara, dan bahwa seluruh umat manusia adalah umat yang satu. Surah Al-Hujurat Ayat 10 menyatakan, ‘’Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara’’. Surah Al-Baqarah Ayat 213 menyebutkan,’’ Manusia itu adalah umat yang satu’’. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Islam mengajarkan keserasian antara ukhuwah islamiah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniah (persaudaraan sebangsa, nasionalisme), dan ukhuwah basyariah (persaudaraan antarumat manusia, kosmopolitanisme).

Dapat diliat diatas tidak ada bedanya dengan semboyan negara kita "bhineka tunggal ika" berbeda-beda tapi tetap satu jua. Di islam kita diajarkan juga untuk hidup saling berdampingan dan saling menghormati antar umat manusia. Nasionalisme seperti ini lah yang di butuhkan INDONESIA, Nasionalisme yang berdasarkan Agama, sebuah Nasionalisme agama yang akan membangun negara ini menjadi sebuah negara besar dengan motor pengerak mereka para pemuda-pemudi Indonesia .


Penulis: Andi Baso Muqsith

Tidak ada komentar:

Posting Komentar